Tahun Ini Jabar Targetkan Jumlah SMK Dan SMA Sama
Khawatir Ciptakan Lebih Banyak Pengangguran Intelek
Tahun ini Pemerintah Provinsi (pemprov) Jawa Barat, (Jabar) menargetkan perbandingan jumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan sekolah menengah atas (SMA) mencapai 50:50. Hal itu, untuk mengejar target pemprov pada 2014 yaitu 70:30 untuk kedua sekolah tersebut.
“Saat ini, perbandingan jumlah SMK dengan SMA di Jabar sudah 48:52. Kita ingin meningkatkan jumlah SMK, karena di Amerika Serikat hanya 25% saja lulusan SMP (sekolah menengah pertama) yang melanjutkan ke SMA. Sisanya ke SMK dan politeknik,” ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, saat membuka lomba kompetensi siswa se-Jabar di Aula Dinas Pendidikan Jabar, Jalan Radjiman Bandung, Minggu (5/4).
Dikaitkan dengan krisis global saat ini, Gubernur menuturkan jika lulusan SMP di Jabar didorong melanjutkan ke SMA, dikhawatirkan akan menciptakan lebih banyak pengangguran intelektual. “Di Cina saja karena krisis global, sudah tercipta seratus juta penganggur. Sebisa mungkin kita ciptakan lulusan yang tidak hanya bisa bekerja secara mandiri, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Untuk itu, Gubernur akan memfokuskan penyelenggaraan pendidikan untuk SMK dengan menambah jumlah sekolah tersebut. Dikatakan, tahun ini pembangunan tersebut lebih kepada pengadaan SMK swasta. “Kalau untuk yang negeri, kami targetkan tahun ini mengajukan ke pusat sehingga pembangunannya bisa dilakukan pada 2010,” katanya.
Perhatian Pemprov Jabar kepada SMK, pada tahun ini pun diwujudkan dengan sejumlah program. “Di antaranya dengan program rintisan pendidikan dua belas tahun,” ujarnya.
Selain itu, pemprov akan meluncurkan bantuan gubernur berupa kartu bagus SMK untuk para siswa lulusan SMP yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah kejuruan tersebut.
Saat ini, di Jabar terdapat 1.124 SMK dengan 1.900.000 peserta didik. Sementara bidang kompetensi yang dipelajari yaitu 62 keahlian sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.
Sementara itu, Kepala Disdik Jabar Wachyudin Zarkasyi mengatakan, kompetensi keahlian akan lebih diarahkan untuk mengelola keunggulan lokal. Pasalnya, Jabar memiliki potensi alam yang besar sementara minat masyarakat Jabar untuk mengelolanya cenderung menurun.
“Turunnya minat ini, lebih disebabkan tidak adanya perusahaan yang mendukung. Oleh karena itu, tahun ini akan kita dorong ke arah sana,” katanya.
Wachyudin menjanjikan pemberian bantuan peralatan dan pembangunan kelas kepada sejumlah SMK di Jabar. “Selain itu, tahun ini ada program latihan kompetensi 32 jam untuk 4.800 siswa termasuk siswa dari SMK swasta yang tidak memiliki alat. Tahun depan saya targetkan sepuluh ribu siswa,” ujarnya.
Penguatan kompetensi juga ditempuh melalui lomba kompetensi siswa yang dilangsungkan 5-8 April 2009. Pada lomba tersebut, seribu peserta dari 26 kabupaten/kota di Jabar memperebutkan gelar juara untuk mengikuti LKS tingkat nasional pada 23-28 Mei 2009 di Jakarta. (A-167)***
Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Senin 06 April 2009



































Silakan untuk memberikan Komentar Anda!