PEMDA Siapkan Dana Stimulus
Terkait penanganan ancaman longsor dan relokasi permukiman warga di Kampung Cipayung, Desa Girimukti, Kec. Campaka, Kab. Cianjur, Pemkab Cianjur berencana akan memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya terancam longsor berada di lokasi bahaya 1.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Bagian Sosial, Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Setda Kabupaten Cianjur, Dedih Rudiana, Selasa (14/4). Dia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan usulan anggaran untuk pemberian dana stimulan bagi 32 kepala keluarga (KK) di Kampung Cipayung yang terancam bencana longsor. Nantinya, anggaran dana stimulan ini diperuntukkan bagi biaya perbaikan rumah dalam proses relokasi.
“Kami telah menyampaikan nota ajuan anggaran, rencananya dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Besaran dana stimulan rencananya dialokasikan senilai Rp 2 juta untuk setiap KK,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi dan Geologi setelah melakukan peninjauan ke lokasi, permukiman penduduk itu sudah tidak layak huni karena persis berada di bawah bukit, tanahnya terus bergerak dan retak retak.
Dikatakan, bila melihat kondisi lokasi di sekitar Kampung Cipayung, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, rumah warga yang berada di bawah bukit itu harus segera direlokasi. Sebab, BMG menyampaikan laporan bahwa lokasi permukiman penduduk yang dihuni 131 jiwa sudah tidak layak huni.
“Potensi terjadinya bencana tergolong cukup tinggi. Jalan satu-satunya memang harus segera dilakukan relokasi. Untuk lahan relokasi, nanti akan kita koordinasikan lebih lanjut dengan aparatur pemerintahan kecamatan dan desa setempat,” katanya.
Meskipun demikian, diakui Dedih, pihaknya tidak memungkiri bahwa untuk melakukan relokasi, prosesnya tidak mudah dan meliputi banyak faktor. (A-116)***
Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Rabu 15 April 2009





























Silakan untuk memberikan Komentar Anda!