Home » Profil Warga

KH Kolyubi, Ahli Hikmah yang Ajarkan Ilmu Kebatinan

30 August 2010 No Comment Kontributor : g.gunawan

KH Fachrudin atau KH Kolyubi lahir di Cijati, Kadupandak, Cianjur tahun 1918. Ia merupakan seorang ulama dan tokoh kharismatik yang sangat disegani masyarakat, khususnya di wilayah Cianjur bagian Selatan.

DENI ABDUL KHOLIK, Cianjur

KYAI Kharismatik ini, tak hanya dikenal sebagai ulama yang mengajarkan ajaran Islam kepada santrinya. Ia juga diketahui sebagai seorang ahli hikmah yang sering dibanjiri tamu. Tamunya sendiri, bukan saja dari Cianjur atau Jawa Barat pada umumnya. Tetapi juga kerap dikunjungi tamu-tamu dari luar Jawa Barat, seperti  Jakarta, Surabaya, Lampung dan lainnya. Selain itu, ketika jaman revolisi fisik. KH Fachrudin juga dikenal sebagai seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia (RI), khususnya dalam pergerakan revolusi di daerah Cianjur Bagian Selatan.

Terhadap para santrinya yang kini telah tersebar dihampir seluruh pelosok nusantara. Ia senantiasa menanamkan jiwa partriotisme dengan dibekali ilmu kebatinan. Bagi KH Fachdurin dan para santrinya saat itu mempertahankan setiap jengkal tanah ibu pertiwi, merupakan sebuah perjuangan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Dari ribuan santri yang pernah belajar terhadapnya.

Menurut Nuryadi, salah seorang putranya, mengatakan, yang pernah belajar kepada orang tuanya. Antara lain mantan Ketua DPRD Jawa Barat, Brigadir Jendral (Purnawirawan), atau Haji Agus Muhidin serta para tokoh-tokoh penting lainnya, yang pernah menduduki posisi srategis. Baik di Jakarta, Bandung maupun daerah lainnya.

Usai perang kemerdekaan. KH Fachdurin pun turut aktif dalam berbagai kegiatan politik. Antara lain dengan berkiprah melalui Partai Parmusi yang berbasis Islam, tanpa meninggalkan aktifitasnya sebagai ahli kebatinan, serta ilmu hikmah pada umumnya.

Seperti mengelola perguruan Maenpo (Pencak Silat), Asma Adom maupun permainan debus. Sedangkan atas jasa-jasanya yang telah turut aktif memperjuangkan kemerdekaan RI. Kyai ini memperoleh penghargaan dari pemerintah sebagai salah seorang pe\rintis kemerdekaan untuk wilayah Kecamatan Kadupandak, Cianjur. Disamping turut aktif pula menjadi salah seorang pengurus MUI Kecamatan Kadupandak. Ketika hampir seluruh pelosok tanah air, terjadi isu santet dan tidak sedikit para kyai menjadi korban pembunuhan. Kyai ini pun tampil ke muka bersama salah seorang putranya yakni KH Torpi. “ Ia lalu turut aktif mengamankan situasi khususnya di wilayah Pakidulan Cianjur. Sepeninggalnya Kyai Fachrudin,” ujarnya.

Kemudian,  putra-putranya lalu melanjutkan kiprah dan jejaknya. Diantarnya, KH Djamili yang melanjutkan pengelolaan pondok pesantren maupun paguron asma adom, debus, hikmah hingga saat ini, termasuk menyelenggarakan tawasulan pada setiap tanggal 12 Maulud yang kerap dihadiri oleh ribuan pengunjung dari luar daerah. Konon kegiatan ritual tersebut, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan ilmu kebatinan. Seperti kekebalan tubuh dan lainnya. “Disamping dimeriahkan pula dengan permainan debus, berbagai peragaan dan aksi yang menegangkan,” imbuhnya.(**)

sumber: radarsukabumi

Related posts: