Home » Perekonomian

Pasar Cipanas Masih “Membisu”

21 September 2010 No Comment Kontributor : g.gunawan

Kondisi pasar tradisional Cipanas, Kabupaten Cianjur paska lebaran idul fitri 1431 masih lengang dari aktivitas pedagang. Hal tersebut ditenggarai karena para pemilik kios, los, dan toko masih melakukan penataan. Selain sedang melakukan penataan ulang, faktor kekurangan modal (Barang dagangan, red) yang ikut terbakar pada 2007 lalu, juga diduga menjadi faktor penghambat lambatnya para pemilik untuk segera mengisi kiosnya.

Petugas Bendahara pada Kantor Pasar Cipanas, Suganda, mengatakan, dari jumlah keseluruhan kios, los, dan toko, baru sekitar 500 unit yang sudah diisi dan sudah mulai melakukan aktivitas berdagangnya. “Dari jumlah tersebut kebanyakan pedagang pakaian yang sudah mengisi kiosnya hingga mencapai 4 persen, “ katanya.

Menurutnya, terlambatnya para pemilik kios untuk memulai aktivitas berdagang di pasar Cipanas, dikarenakan para pemilik kios masih melakukan proses penataan dan sebagian masih mengalami kekurangan modal untuk memulai.

“Menurut aturan memang kios-kios tersebut harus segera diisi, tapi gimana lagi, “ ujarnya

Berdasarkan aturan, bangunan pasar Cipanas sampai saat ini masih dalam perawatan PT Waskita Karya sebagai pelaksana proyek pembangunan. Selain itu, berdasarkan Perbup Nomor 31 Tahun 2010 menerangkan bahwa kios, los, maupun toko tidak diperkenankan untuk dibongkar atau diubah. “Jangankan dibongkar, dicorat-coretpun tidak boleh hingga perbup tersebut dicabut, “ jelasnya.

Ditambahkannya, sebagaimana tertera dalam perbup nomor 31 bab 4 tentang sanksi, apabila para pedagang pasar pemilik hak pakai kios atau los melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam perbup tersebut, maka akan dikenakan sanksi administratif sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Tapi, apabila dibandingkan dengan bulan puasa lalu, jumlah kios yang buka sudah mulai bertambah, ” ungkapnya. (des)

sumber: radarsukabumi

Related posts: