Home » Featured, Pendidikan

Tes Keperawanan Dinilai Diskriminatif

5 October 2010 No Comment Kontributor : g.gunawan

Pro kontra dukungan usulan tes keperawanan bagi pelajar perempuan sebagai syarat untuk masuk sekolah, mulai memanas di Kabupaten Cianjur. Sejumlah kalangan pun terpecah sebagai pihak pro dan kontra.

Pihak yang mendukung usulan, menilai usulan itu merupakan solusi untuk mencegah timbulnya perilaku seks bebas di kalangan pelajar. Namun, kubu yang kontra pun, tak kalah nyaring bersuara. Mereka menilai, tes keperawanan adalah bentuk diskriminatif dan bentuk pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM).

Konselor Klinik Curhat Remaja Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) Cianjur Asep Saepurochman. Dirinya sangat tidak setuju, apabila usulan yang dilontarkan seorang anggota Dewan di Jambi tersebut, disetujui terlebih menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Usulan tersebut sangat tidak masuk akal, sangat diskriminatif. Kenapa hanya perempuan yang di tes, kenapa tidak dengan pelajar pria,” ujarnya.

Menurutnya, tes keperawanan bukan solusi terbaik untuk mencegah terjadinya perilaku menyimpang dikalangan pelajar. ”Urusan pelajar tersebut perawan atau tidak, jangan sampai membuatnya merasa dibedakan dalam hal memperoleh pendidikan. Usulan tersebut hanya akan menambah permasalahan yang baru,” terangnya.

Senada dilontarkan Winda (17) salah seorang pelajar salah satu SMA di Cianjur, mengaku usulan tersebut sebagai sesuatu hal yang tidak penting untuk ditanggapi. Karena, menurutnya, persoalan pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara.

“Ide adanya tes keperawanan sebagai syarat masuk sekolah, bukannya solusi, tapi suatu masalah. Mendapatkan pendidikan, adalah hak setiap warga negara, kenapa harus ada batasan yang sifatnya diskriminatif,” paparnya.(rp12)

sumber: radarcianjur

Related posts: