Home » Budaya

Mengenal dekat Atraksi Debus Rifa’i Cibeber

29 November 2010 One Comment Kontributor : g.gunawan

Didirikan Syeh Abdul Jalil bin Musa Rifa’i Guna Penyebaran Agama Islam Pondok Pesantren Al Qodariyyah di Kampung Cibaregbeg Cibeber, Cianjur, merupakan salah satu ponpes yang menyebarkan agama Islam. Kiprahnya di Cianjur terlah melahirkan ribuan alumni dan sudah membuka ponpes di masing-masing wilayahnya.

Dari banyak ilmu yang diberikan di ponpes itu. Ada ilmu debus. Sedangkan salah satu Salah satu kegiatan menantang maut itu selalu diperagakan pada malam-malam tertentu RIKI RIZKI CIANJUR ANGIN Malam di sebuah lapang ukuran 10 x 15 meter di Kampung Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Cianjur terasa menerusuk ke dalam pori-pori kulit seiring suara gemuruh do’a dan dzikir terdengar.

Suasana malam di Pondok Pesantren Al Qodariyyah itu terasa hangat setelah beberapa orang santri mulai menyalakan api unggun di tengah-tengah lapang. Suasana semakin hangat dan sedikit tegang, pembacaan do’a dan dzikir yang dipimpin langsung pengasuh pondok pesantren, KH Dadang Jamil terus dikumandangkan.

Tepat di atas panggung berukuran 3 x 4 meter salah satu keturunan dari Alm Syeh Abdul Jalil bin Musa Rifa’i salah seorang ulama Banten tempo dulu bersila dengan simpuh. Disekeliling beberapa ulama ikut mengiringi do’a serta dzikir, di depan para kiyai ada beberapa botol air serta tiga baskom cukup besar berisi air putih bening. Disekitar lapangan ada sekitar 70 santri yang terus melafadzkan asma Allah SWT.

Usai menggelar do’a beberapa santri langsung masuk ke arena dan memperlihatkan beberapa atraksi debus secara bergantian. Tegang dan menyeramkan itulah perasaan saat pertama kali menonton atraksi yang tidak semua orang bisa melihat dan terkesan tertutup itu. Api unggun dan nyala lampu yang tidak begitu terang seakan menjadi teman bagi bergulatnya para santri dengan tusukan paku besar dan golok ke tubuh mereka.

Atraksi debus itu seakan menjadi saksi sebuah perjalanan penyebaran agama Islam serta pemberantasan ilmu hitam yang banyak dimiliki para pemeluk faham animisme pada masa lampau. Seperti diceritakan KH Dadang Jamil kepada wartawan koran ini. Syeh Abdul Jalil ulama keturunan Sultan Ageng Tirtayasa Banten yang pertamakali datang ke Kampung Cibaregbeg. “Syeh Abdul Jalil bin Musa Rifa’i merupakan ulama besar yang juga ikut menyebarkan agama Islam pada waktu dulu,” imbuh Dadang seraya ilmu debus sengaja sebagai media penyebaran agama Islam karena saat itu di Kampung Cibaregbeg masih dikuasai oleh para jawara ilmu hitam.

Syeh Abdul Jalil yang kala itu sudah berumur lanjut menemui Mama Sukma sesepuh pesantren Cibaregbeg, ia mengutarakan maksudnya untuk membantu menegakkan Syiar Islam didaerah ini. “Syeh Abdul Jalil dengan rombongannya datang ke Cibaregbeg tidak untuk menantang berkelahi para jawara, tapi menyesuaikan penyebaran dengan kondisi. Ya mensiasatinya dengan kesenian bebus khas Banten,” imbuhnya.

Pagelaran debus dianggap salah satu media efektif guna penyebaran agama Islam karena Syeh Abdul Jalil sadar betul warga Cibaregbeg amat suka menonton pertunjukkan seni. Selain itu warga yang masih banyak menganut faham sikretisme itu amat senang bila disuguhi sesuatu hal tentang atraksi ilmu kadugalan yakni ilmu tentang kegagahan, kekebalan dan kekuatan diri dalam berkelahi.(**)

sumber: radarcianjur

Related posts:

  • http://yahoo.co.id amulyana76

    betul sekali karena saya pernah melihat langsung acara debus di cibaregbeg dan ayah dari KH. Dadang itu adalah mama kodir alm.beliau adalah seorang ulama besar di cibaregbeg dan sangat di hormati oleh ulama-ulama di daerah itu.
    saya pernah mondok di pondok pesantren darul faroh al-hidayah kp. tugu pimpinan KH. Acep hidayat alm. salam kenal dari saya Asep Mulyana cileungsi-bogor