Home » Featured, Wisata

Situs Megalitik Gunung Padang, Piramida di Cianjur

30 November 2010 3 Comments Kontributor : g.gunawan

Walau tak terawat, tetapi situs megalitikum yang teronggok di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat memperlihatkan betapa Eden in The East seperti yang dikemukakan Oppenheimer terus menggoda. Situs peninggalan zaman megalitikum yang terletak di Gunung Padang Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur kini kondisinya memprihatinkan. Kantor Berita Antara tahun 2005 pernah mewawancara pejabat Jawa barat terkait perawatan situs ini. Hasilnya, para pejabat itu mengakui, perawatan situs memang memprihatinkan.

“Sejak ditemukannya, situs Gunung Padang memang sangat memprihatinkan, padahal masyarakat terutama kalangan arkeolog telah berupaya agar situs tersebut dipelihara. Kini bebatuan di daerah itu mulai rusak karena banyaknya tangan-tangan jahil yang memanfaatkan bebatuan di lokasi tersebut untuk kepentingan yang tidak jelas,” Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur, Iwan Permana SH ketika itu.

Sementara Bupati Cianjur, Ir Wasidi Swastomo Msi mengatakan, situs Gunung Padang sebenarnya telah beberapa kali mendapat pemugaran dan pemeliharaan dari instansi terkait, terutama Pemkab Cianjur. Namun karena keterbatasan dana, Pemkab belum bisa membuat akses jalan ke daerah itu dengan lebih baik karena medannya yang relatif sulit.

Bagaimanapun kondisinya, situs Gunung Padang adalah sebuah fakta sejarah yang menggoda untuk diteliti karena menjadi anak tangga untuk terus memverifikasi hasil penelitian Oppenheimer yang menyebut Sundaland sebagai ibu peradaban dunia, tanah terindah di planet bumi, tanah tempat diturunkannya Nabi Adan dan Hawa.

Salah satu rangkaian Konferensi Internasional bertajuk Reinventing Sunda yang digelar di Hotel Salak The Heritage Bogor, 25 -27 Oktober adalah pameran. Gunung Padang praktis mendominasi ruang pameran. Sejumlah foto mencolok ditampilkan, lengkap dengan batu-batu yang sudah diolah. Soni, petugas jaga, sibuk menjelaskan pertanyaan pengunjung karena batu-batu itu tersusun seperti anak tangga yang semakin meninggi dan akhirnya menyerupai piramida yang ada di di Mesir.

“Para ahli memang pernah coba membuat semacam rekonstruksi dari batu-batu yang ada di sekitar Gunung Padang,” kata Soni kepada bogor-kita.com di ruang pameran di Bogor, Senin (25/10/2010).

Hasilnya, jelas Soni Prasetia nama lengkapnya yang juga sarjana Antropologi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta,  Gungung Padang itu ternyata bukan sekadan gunung. “Lapisan luarnya dibalut oleh batu dan membentuk piramida seperti di Mesir,” katanya. o avi

sumber: bogor-kita.com

Related posts:

  • PON s p

    Foto2 diatasi kenapa tidak dicantumkan sumbernya dari mana?. Kami dari asosiasi arkeolog dan arsitektur. Trmks

  • http://www.putragaluh.web.id Ggunawan

    tiap foto ada informasi sumber, jelas pada fotonya :)

  • soni prasetia

    Membaca tulisan Situs Megalitik Gunung Padang, Piramida di Cianjur, saya menyampaikan mengklarifikasi sbb.:
    1.Pameran Reinventing Sunda diikuti oleh instansi terkait dibidang kebudayaan dengan mendisplay materi pameran pada masing-masing stand.
    2.Pada pameran Reinventing Sunda, saya memandu stand dari Balai Pelestarian Pelestarian Purbakala Serang yang memamerkan koleksi dari situs di Kawasan Batujaya, Karawang.
    3. Pada pameran tersebut terdapat stand yang memamerkan koleksi dari Gunung Padang, Cianjur
    4. Saya tidak pernah memberi keterangan bahwa Gunung Padang merupakan sebuah piramida seperti di Mesir. Piramida yang digambarkan pada stand Gunung padang merupakan sebuah konsep imajiner yang disampaikan oleh stand Gunung Padang.
    5. Saya merupakan alumnus Arkeologi Universitas Gadjah Mada.

    Demikian informasi saya sampaikan untuk menjadi klarifikasi pemberitaan di atas.
    Terima kasih.

    Soni Prasetia