Home » Profil Warga

Ketua P2TP2A Cianjur, Yana Rosdiyana Tjetjep Muchtar Soleh

15 April 2011 No Comment Kontributor : g.gunawan

Mencuatnya kasus  yang menimpa kaum perempuan di wilayah Kabupaten Cianjur, tidak terlepas dari kiprah Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Istri Binangkit. P2TP2A ini selalu memberikan perlindungan kepada kaum perempuan dan anak  yang terkena masalah. P2TP2A Istri Binangkit, dibentuk pada tahun 2007 lalu, melalui surat keputusan (SK), Bupati Cianjur, Nomor 463/Kep/202-KS/2007. Dasar pembentukan lembaga ini, karena melihat masih banyaknya permasalahan yang menimpa kaum perempuan dan anak di Kabupaten Cianjur.

Permasalahan perempuan dan anak, salah satunya, melonjaknya kasus trafficking, marahknya kasus buruh migran, serta masih tingginya kasus kematian ibu dan bayi (AKI-AKB). Sedangkan dalam banyak aspek, perempuan lebih tertinggal dibanding kaum laki-laki. Hal ini disebabkan, ketidakberdayaan kaum perempuan. Akibat rendahnya kualitas serta rendahnya kedudukan dan peran perempuan di masyarakat.

Ketua P2TP2A Isti Binangkit, Kabupaten Cianjur, Yana Rosdiyana Tjetjep Muchtar Soleh, mengatakan, untuk lebih mudah mendeteksi terhadap kasus-kasus yang menimpa perempuan dan anak di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. P2TP2A telah menyebarkan kader-kader bentukan di masing-masing kecamatan, tepatnya di 32 kecamatan. Sementara jika di lapangan, ditemukan kasus kekerasan perempuan dan anak, maka kader tersebut, membawa perempuan  dan anak itu, ke sekretariatan  P2TP2A di Jalan Siliwangi Cianjur, dekat komplek  SMPN I Cianjur.

Dia mengaku, setiap bulannya, kasus trafficking di Cianjur, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kasus pencabulan dan pelecehan seksual terhadap kaum perempuan dan anak, mengalami peningkatan signifikan. Yaitu sebanyak 250 kasus, sementara tahun lalu hanya 25 kasus. Karena itu, P2TP2A Istri Binangkit, terus memberikan perlindungan terhadap kaum perempuan dan anak. Dengan tujuan, untuk menekan jumlah kekerasan yang terjadi di Cianjur.

Sedangkan lembaga ini bertugas banyak hal. Di antaranya, membantu pemulihan para korban trafficking, sebelum mereka kembali kepada tempat tinggalnya. Kemudian, sebagai tempat pelayanan bagi perempuan dan anak, dalam upaya pemenuhan informasi dan kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan, politik, hukum, perlindungan dan penanggulangan tindak kekerasan serta perdagangan terhadap perempuan dan anak.Agar lembaga ini berjalan optimal. Maka pengurus di dalamnya terdiri dari orang-orang berkompeten di bidangnya masing-masing. Ada dokter perempuan yang secara khusus menangani masalah kesehatan, ada psikolog untuk kegiatan trauma healing korban, serta sejumlah kompetensi lainya yang tentunya berkaitan erat dengan segala permasalahan perempuan dan anak.

Kehadiran P2TP2A di Kabupaten Cianjur, diharapkan  dapat  meningkatkan kualitas hidup perempuan dalam berbagai aspek dan bidang, serta meminimalisir segala bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan. Kemudian, lembaga ini menjadi tempat mengadu kaum perempuan serta tempat berlindung anak-anak yang tertindas dan terdzalimi. Tak Sedikit pun, Waktu Berleha. Menjadi Ketua P2TP2A merupakan amanah untuk menjalankan program kerja. Meski begitu, hal tersebut merupakan beban dan tugas teramat berat, setidaknya itulah yang dirasakan Yana Rosdiyana Tjetjep Muchtar Soleh. “Tugas teramat berat itu, jika dikerjakanan oleh sendiri. Tetapi jika dikerjakan oleh semua tim, pasti program kerja P2TP2A sangatlan ringan,” katanya, kemarin. Ia sendiri selalu memposisikan dirinya selalu siap sedia menyambangi setiap kepentingan lebih dua juta masyarakat Cianjur.Apalagi, tugasanya selain Ketua P2TP2A juga Ketua PKK Kabupaten Cianjur.

Hal ini semakin menguras pemikiran dan waktunya. Karena itu, dia mengakui, tidak sedikit pun berleha, mengingat jadwal  dan tugas  setiap waktu menanti. Rutinitas yang ia laksanakan dijalani dengan penuh sukarela, dan berlandaskan semangat tanggung jawab. “Saya sudah siap dengan kondisi ini, sebagai sebuah konsekwensi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Cianjur,” ujarnya. Sebagai seorang istri  Bupati Cianjur periode 2006-2011, dan kini Tjetjep Muchtar Soleh terpilih lagi menjadi Bupati Cianjur, periode 2011-2016 mendatang. Dirinya mengakui, untuk menyelesaikan pekerjaan sebagai abdi masyarakat, kuncinya adalah manajemen waktu. Yakni  bagaimana mengelola jadwal agar bisa berjalan efektif dan efisien. “Karena dalam memimpin dan mengelola semua organisasi, saya dituntut  untuk adil, mengimgat semuanya penting dan sama-sama memerlukan perhatian khusus, “ imbuh bunda, panggilan akrab rekan-rekan sejawatnya ini.

Namun, semua peranan yang disandangnya itu tak lantas mengesamping peran utamanya sebagai sosok ibu bagi ke-4 anaknya. Bahkan,  diakui, Hj Rosdiana.  Peran ibu merupakan peran yang teramat penting dan mulia dibanding segala peranan apapun yang ada diseluruh dunia ini. “Ibu”, menurutnya merupakan sosok sentral penentu keberhasilan pembangunan.”Peningkatan kualitas seorang ibu menjadi hal yang krusial dan mutlak. Karena itulah, meski sibuk melakukan aktifitas untuk mengabdi kepada masyarakat. Tidak mengesampingkan peran ibu,” pungkasnya.(den)

sumber: radarcianjur

Related posts: