Home » Khas, Wisata

Melihat Potensi Objek Wisata Kecamatan Pagelaran

28 July 2011 One Comment Kontributor : g.gunawan

Wisata Ngubek Rawa Beber dan Rawa Galuga
POTENSI rawa dan danau bagi objek wisata bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Kecamatan Pagelaran, Cianjur selatan. Jika hal itu mampu memanfaatankannya dengan baik. Juga butuh penunjang, salah satunya adalah sarana jalan menuju lokasi obyek wisata.
Seperti apa penelusurannya ?

Laporan : Sartanu Arisasmara, Cianjur

MENGGALI potensi yang dimiliki di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur yang berada di wilayah selatan cukup menarik. Untuk menggali potensi dan mengetahuinya lebih dalam, wartawan koran ini pun langsung menemui pimpinan kecamatan.Semula Camat Pagelaran dijabat Diki Haryadi kini setelah mutasi dan rotasi diganti oleh Dan Alamsyah. Meski demikian, program, visi dan misi yang dilaksanakan secara bertahap oleh Diki Haryadi dan aparaturnya.

Bahkan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. “Meskipun saya sudah alih tugas pelayanan ke Kecamatan Cikalongkulon, tapi saya sudah koordinasi dengan pa camat baru pa Dan Alamsyah,” kata Diki Haryadi saat dihubungi Radar Cianjur, kemarin.Melihat potensi Kecamatan Pagelaran cukup banyak, mulai dari jumlah desa di Pagelaran sebanyak 14 desa,diantaranya, Desa Pagelaran, Karangharja, Kertaraharja, Sindangkerta, Selagedang, Gelaranyar, Mekarsari, Padamaju, Situhiang, Bunijaya, Bunijaya, Buniwangi, Pangadegan dan Desa Padamaju.

Menurut Dan Alamsyah, semua desa memiliki potensi, seperti di Desa Situhiang punya tempat wisata Rawa Beber yang perlu dikembangkan. Selain itu di Desa Bunijaya yang juga memiliki Rawa Galuga. “Untuk menarik wisatawan, setiap tahun digelar upacara ngubek ikan, acaranya pada prinsipnya sama karena ada aturan main yang dibuat panitia,” ungkapnya.Potensi dua tempat wisata tersebut dapat membawa berkah bagi masyarakat sekitar, jika hal itu mampu mengelolanya dengan baik. Kendalanya adalah terbentur faktor infrastruktur jalan menuju obyek wisata.

Rentetan cerita dari Desa Situhiang sendiri yaitu salah satu desa pemekaran dari Desa Pangadegan pada tahun 1982. Adapun objek wisata Rawa Beber, yaitu sebuah danau dengan luas 2 Hektar, dengan kedalaman 4 meter.Rawa ini setiap tahunnya digunakan sebagai tempat pesta masyarakat Desa Situhiang. Pesta rakyat ini selain dinikmati oleh penduduk setempat juga didatangi oleh masyarakat dari berbagai pelosok. Bahkan datang dari tempat yang jauh untuk menyaksikan kegiatan pesta menangkap ikan dengan cara dijala. Pesta tersebut dikenal dengan sebutan “ngucek’ atau ‘ngubek’, yaitu kegiatan menangkap ikan dengan jala secara beramai-ramai.”Kegiatan ini menjadi ajang reunian bagi masyarakat terutama masyarakat situhiang yang bekerja, sekolah di luar kota. Serunya, kalau pada hari-hari biasa tempat ini sangat sepi,” terang Dan Alamsyah.

Saat malam sebelum waktu pesta ngubek dimulai, harus bakar menyan dulu sebagai simbol minta izin kepada ‘pangeugeuh’ yang memegang kekuasaan di sana, itu bagi yang percaya. Suasana sepi berubah dengan hingar-bingar suara sound system yang dibawa penduduk ke ‘saung’ dadakan yang sengaja mereka persiapkan sebagai tempat tinggal sementara.(**)

sumber: radarcianjur

Related posts:

  • wahyu firdaus

    aku juyga selaku warga kec pagfelaran desa bunijaya sangat bangga punya tempat wisata kaya rawa galuga rawa beber,,,,,,,
    ayo kita rawat dan lestarikan,,,,
    klo bisa jalananyah di perbaiki,,,
    supaya jadi tempat wisata yg ajip pokonyah,,
    dan bisa mengundang wisatawan wisatawan dari luar cianjur…