Home » Sarana Prasarana

Permasalahan Kota Cianjur (sebuah catatan kecil)

11 April 2012 3 Comments Kontributor : Edwin Mahatir

Cianjur, sebagai entitas yang di dalamnya terdapat masyarakat yang heterogen sebagai objek pembangunan, memerlukan ruang dan wilayah untuk berkembang. Pembangunan terutama infrastruktur dan fasilitas umum di Kabupaten Cianjur saat ini memang masih terpusat di daerah kota (bagian utara).

Setiap pembangunan akan selalu ada dampak yang ditimbulkan baik itu dampak positif yang diharapkan maupun dampak negatif berupa permasalahan yang harus diminimalkan, jika tidak bisa dihilangkan, akibat ekses dari pembangunan itu sendiri. Konsep dan teori pembangunan dan pengembangan wilayah sudah banyak dijelaskan oleh para ahli perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah, namun dampak negatif yang terjadi dan tergambarkan akibat pembangunan di daerah lain kadang terulang dan terjadi di daerah lain.

Berkaca dari kota besar atau wilayah lain, dua permasalahan yang sudah dan mungkin akan timbul apabila kota Cianjur (wilayah Kecamatan Cianjur) berkembang diantaranya:

Macet

Jalan Moch Ali terutama daerah Wismakarya dan Popsi (rel kereta) menjadi salah satu titik kemacetan yang sering terjadi di kota Cianjur terutama pada jam 07.00 pagi sampai dengan jam 15.00 sore. Jalur ini dilalui angkutan kota 01A, 01B, 02B, 06A dan jurusan Sodong (angkot oranye) yang kerap berlaku kurang tertib menurunkan dan menaikan penumpang ditambah oleh pasar tumpahan dari pasar Bojongmeron, pedagang kaki lima serta parkir kendaraan yang mengambil sebagian bahu jalan sehingga menambah parah kemacetan.

Jalan Siti Jenab, mulai dari depan pintu gerbang Pemda Cianjur (pasar Induk) sampai dengan perempatan (lampu merah) Shanghai juga merupakan daerah rawan macet disamping jalan Siliwangi mulai dari arah Joglo ke pertigaan Polsek kota (depan SDN Ibu Dewi) dilanjut kemudian dari arah PDAM sampai dengan pertigaan Kaum (depan SMAN 2), jalan Siti Jenab (depan TK Budi Istri), jalan Ir. H. Juanda (depan SDN Selakopi) merupakan daerah-daerah rawan macet pada jam-jam pulang sekolah (12.00-14.00), dan beberapa titik kemacetan lainnya.

Faktor penyebab kemacetan tidak hanya sebatas keterbatasan infrastruktur jalan, jumlah kendaran yang semakin banyak terutama sepeda motor, meningkatnya kegiatan ekonomi, aglomerasi dan aktifitas lain masyarakat Cianjur, Kemacetan di kota Cianjur memang belum menjadi permasalahan yang sangat serius, namun tetap harus dicari solusinya sebelum menjadi lebih parah.

Banjir

Cianjur terletak di kaki Gunung Gede, topografi yang relatif menurun dari daerah Cipanas sampai dengan daerah Karangtengah mengakibatkan kota Cianjur sangat minim dari banjir dibanding dengan daerah yang mempunyai topografi relatif datar. Namun bukan berarti kota Cianjur akan terbebas dari banjir, faktor yang dapat menyebabkan banjir diantaranya perilaku/kebiasaan membuang sampah sembarang ke sungai. Jika kita menelusuri sungai Cianjur, kondisi saat ini sangat memprihatinkan dengan banyak sampah yang menyebabkan pendangkalan dan penyempitan saluran air sungai Cianjur, dan begitu pula sungai-sungai lainnya yang mengalami hal yang serupa. Seperti halnya di daerah jalan Imun Sulaeman (Kaum) pendangkalan selokan menyebabkan saluran air meluap ke jalan. Tidak terawatnya saluran gorong-gorong jalan terutama di jalur protokol, jika terjadi hujan lebat mengakibatkan banjir seperti halnya di daerah Selakopi.

Kemungkinan banjir parah sangat kecil terjadi untuk saat ini di kota Cianjur, namun apabila hal-hal di atas tidak segera diatasi kemungkinan itu akan menjadi besar.

Dua permasalahan tersebut merupakan sebagian dampak yang dapat diakibatkan dari konsekuensi pembangunan wilayah perkotaan disamping permasalahan lainnya yang dihadapi kota yang sedang berkembang. Diperlukan solusi yang komprehensif dan keterlibatan semua pihak.

Walaupun hanya sedikit bahasan dan tidak memberikan solusi, semoga tulisan ini kecil ini dapat menjadi pemicu dan mengingatkan kita untuk lebih peduli akan hal kecil yang dapat berdampak besar dikemudian hari.(ed)

Related posts:

  • http://cianjurkab.go.id cianjur

    om apa bner site cianjur dihajar habis habisan servernya… sampe 23 server dihabisi..??

    http://indonesiandefacer.org/user/1787/CCF
    ..itu diatas daftarnya…

  • http://www.putragaluh.web.id Ggunawan

    kena deface iya, tapi kalau yang kena 23 server kayaknya nggak. karena yang kena deface merupakan domain utama dan subdomain dalam satu server yang sama. bisa dilihat dari ipnya.

  • Ade Gunawan

    Permasalah ini pada umumnya terjadi hampir di kota2 / daerah di Indonesia , Macet , banjir , pembangunan lebih terpusat di kota dll tentunya seiring dengan pertambahan jumlah penduduknya ..hanya saja minim memang tokoh atau leader yang punya visi jauh kedepan … figur semacam ini melihat dengan imaginatif , tokoh semacam ini tdk melulu menyelesaikan persoalan atau berkutat di solusi yang tambal sulam …tdk aneh karena kebayakan tokoh atau figur yang ada semua adalah euforia dari kebebesan yang kebablasan ini …Cag