Pertanian »

15 Aug 2011 | No Comment |
Beras Diimpor, Petani Cianjur Resah

Rencana impor beras dari Thailand dan Vietnam yang akan dilakukan pemerintah pusat, membuat sejumlah petani di Cianjur resah. Pasalnya, mereka mengaku merupakan pihak yang paling dirugikan jika beras tersebut sampai masuk ke pasar. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani Sawargi Cianjur, Asep Saprudin, pemerintah seharusnya tidak perlu mengimpor beras hanya dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan besar masyarakat.

Pendidikan »

13 Aug 2011 | No Comment |
SDN Mekarjati Bojongpicung Sarat Prestasi

SDN Mekarjati Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, merupakan sekolah yang sarat prestasi. Sekolah ini menanamkan pola pembelajaran yang kreatif, inofatif, untuk meraih prestasi belajar siswa. Baik di sekolah maupun di luar sekolah. Guru Pembina SDN Mekarjati, Asep Iwan Nopiana, mengatakan, jumlah siswa SDN Mekarjati sebanyak 182 siswa, sementara tenaga pengajar sebanyak 10 orang.

Teknologi Informasi »

13 Aug 2011 | 3 Comments |
Puluhan Pelajar Cianjur Ikut IT Share

Microsoft User Group Indonesia (MUGI) Cianjur menggelar kegiatan sharing teknologi informasi (IT Share) di aula SMK PGRI I Cianjur, kemarin. Puluhan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut, terlihat antusias. Karena, dalam kesempatan tersebut, para siswa tidak hanya mendengarkan secara teori mengenai teknologi informasi. Tapi juga diberikan kesempatan untuk merakit perangkat Central Procesor Unit (CPU) komputer.

Peristiwa »

13 Aug 2011 | No Comment |
Puasa, Dua SMK di Cianjur Tawuran

Meski bulan puasa, aksi tawuran pelajar kembali terjadi di Kota Cianjur, tepatnya di dekat persimpangan pembuangan sampah ahir (TPA) Pasir Sembung, Desa Sirnagalih, Cianjur, kemarin pagi. Pantauan Radar, puluhan siswa SMK Otomotif Cianjur bentrok dengan beberapa siswa SMK Negeri 1 Cilaku, yang hendak berangkat sekolah (berlawan arah). Anak-anak SMK Otomotif menyerang menggunakan dua buah mobil angkot jurusan Cibeber Cianjur.

Pendidikan »

10 Aug 2011 | No Comment |
94 Persen Guru RA Cianjur Honorer

Meski diakui pendidikan anak usia dini sangat penting sebagai awal dalam pembentukan kepribadian anak. Namun ironisnya, hampir seluruh tenaga pengajar Raudhatul Athfal (RA) rata-rata masih bestatus honorer. Ketua IV Pengurus Pusat Ikatan Guru RA (IGRA) Imas Fatonah mengatakan, dari ribuan guru RA di Kabupaten Cianjur, sekitar 94 persennya masih berstatus honorer. Bahkan, banyak diantara mereka yang tidak dibayar.